Senin, 18 November 2013

KARNAVAL

Carnaval di SMAN 1 RANCAH

Senin,11,November,2013..


 


SMA 1 RANCAH mengadakan carnaval tentang hari pahlawan dan tahun baru islam,dan siswa-siswi SMA 1 RANCAH pun bergegas mempersiapkan peralatan dan seuatu yang mau dibawa untuk hari itu.
   Hari itu pun tiba,para siswa dan siswi pergi ke sekolah dengan pakain yg tidak menentu dan sangat kreatif,ada yg berpakain sepperti pahlawan,tentara,polisi,polwan bahkan ada yang memakai pakain pocong sekalipun,pokoknya sangat unik.
   Siswa-siswi mengawali aktivitas hari itu dengan upacara bendera terlebih dahulu,mereka berupacara dengan sangat hidmat,dengan suara lodong bambu yg bersuara seperti bom,membuat perasaan kita seperti pahlawan-pahlawan yg dahulu saat mau berperang melawan penjajah.
   Setelah selesai upacara,siswa-siswi mulai berbaris di area lapang upacara,tiap kelas kemudian dipanggil oleh ibu dan bapak guru untuk mengawali jalan santai ini,jalan santai pun berlangsung,rutenya yaitu berjalan ke pasar rancah,melewati mesjid agung,dan kembali ke kampus SMAN 1 RANCAH,,setelah sampai,siswa-siswi beristirahat di selasar kelas 11 dan 12,setelah itu ke acara pembagian hadiah dan diselingi dengan acara dangdutan,setelah itu habislah sudah hadiah yang diberikan,dan selesai juga acara ini dengan sangat meriah...Alhamdulillah hirobill Alaminnn....,;-)




kasus akil mochtar

Kasus Akil Mochtar Diduga Terkait Skandal Century

Rabu, 9 Oktober 2013 08:23 WIB
Kasus Akil Mochtar Diduga Terkait Skandal Century
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Bambang Soesatyo (tengah) 

Tribunnews.com, JAKARTA - - Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengakui kredibilitas Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini memang sudah di bawah titik nol, tetapi pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) jangan ikut-ikutan mendeligitimasi MK.

"Sebaliknya, pemerintah bersama semua lembaga tinggi negara harus segera bekerja keras memulihkan kredibilitas MK di mata rakyat. Fungsi MK untuk membuat keputusan-keputusan yang legitimate harus ditegakan," kata Bambang dalam keterangannya, Rabu (9/10/2013).

Menurut politisi Golkar ini menegakkan kembali fungsi MK sangat jelas urgensinya. Selain mengantisipasi kemungkinan munculnya sengketa baru dari rangkaian pilkada maupun Pilgub, MK pun harus mengantisipasi progres dari proses hukum mega skandal Bank Century. "Akhir-akhir ini, Penyelidilkan dan penyidikan kasus Bank Century mencatat sejumlah kemajuan, utamanya dari pengakuan Robert Tantular," kata Bambang.

Dikatakan munculnya fakta baru plus kesaksian pihak-pihak terkait bisa mendorong DPR menggunakan Hak menyatakan pendapat (HMP) terkait peran dan tanggungjawab mantan Gubernur BI, Boediono, yang kini menjabat Wakil Presiden. "Jelas bahwa MK harus dalam kondisi solid dan independen ketika DPR harus memilih HMP," kata Bambang.
 
Oleh karena itu, Bambang mengatakan  MK tidak boleh dikooptasi oleh pemerintah atau presiden SBY."Terlalu besar risikonya jika muncul kesan MK sudah disusupi sosok-sosok titipan presiden. Maka, dalam proses rekruitmen Ketua MK pengganti Akil Mochtar, presiden sebaiknya menahan diri untuk tidak melakukan intervensi terlalu jauh," kata dia.

Dijelaskan apa yang terjadi pada ketua MK saat ini mengingatkan orang pada nasib mantan Ketua KPK Antasari Azhar. "Antasari menjadi ketua KPK yang bermasalah dengan hukum ketika dia berniat membongkar kejahatan yang terjadi dalam Pemilu 2009," kata dia.

Kini, menurut Bambang, lewat kasus suap yang melibatkan Akil Mochtar, MK dilumpuhkan saat penyidikan skandal Bank Century yang diduga melibatkan penguasa mencatat kemajuan signifikan. "MK dilumpuhkan untuk mengantisipasi HMP DPR atas kasus Bank Century," kata Bambang. (aco)